Sep 16

Kerajinan Perak Kota Gede & Batik Giriloyo

Kerajinan Perak Kota Gede 

Kerajinan perak Kotagede bermula dari kebiasaan para abdi dalem kriya Kotagede membuat barang-barang keperluan Kraton untuk memenuhi kebutuhan akan perhiasan atau perlengkapan lainnya bagi Raja dan Kraton serta kerabat-kerabatnya
Sejak zaman dahulu, penduduk asli Kotagede yang disebut rakyat Kalang memiliki keahlian membuat kerajinan ukiran kayu, perak dan emas, sehingga tidak heran jika kemudian Kotagede menjadi sentra kerajinan perak yang indah dan terkenal luas hingga ke mancanegara. Kini Kotagede bahkan menjadi identik dengan kerajinan perak.

Sentra-Kerajinan-Perak-KotagedeIndustri perak mulai berkembang dan merambah pasaran dunia ketika Kotagede kedatangan seorang pedagang bangsa Belanda yang memesan barang-barang keperluan rumah tangga Eropa dengan bahan perak. Barang-barang tersebut berupa tempat lilin, perabotan makan minum, piala, asbak, tempat serbet, dan perhiasan dengan gaya Eropa ber motif khas Yogyakarta didominasi bentuk daun-daun, bunga, dan lung (sulur). Ternyata pesanan itu diminati orang-orang Eropa. Sejak saat itu berbagai order berdatangan dengan jumlah yang terus melambung.

Ratusan warga Kotagede mengantungkan hidupnya dari Kerajinan Perak ini. Lihat saja, di sepanjang jalan utama ini berjajar toko-toko yang menjajakan kerajinaan Perak Kotagede. Kata ‘perak’ dan ‘silver’ tertera di kanan-kiri Jalan Kemasan, Jalan Mondorakan, hingga Jalan Tegal-gendu.

Pengrajin Perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Ratusan jenis kerarijinan perak dihasilkan oleh Pengrajin Perak, mulai dari cincin, giwang, bros, miniatur sepeda, becak, andhong, kapal-kapalan dan berbagai hiasan lainnya.

Kerajinan Batik Griloyo

Destinasi wisata batik ke kampung Giriloyo adalah satu agenda yang harus anda pertimbangkan ketika anda berkunjung ke Yogyakarta. Di kampung ini anda bisa membeli batik asli tulis tangan atau bahkan sekedar ingin mempelajari warisan budaya batik tulis.

Akses-Jalan-GiriloyoSebagian besar masyarakat di kampung Giriloyo adalah pengrajin batik, mereka rela mengabdikan diri menggoreskan canthing menghabiskan waktu duduk hampir seharian penuh menahan pegal untuk membatik. Jadi ketika anda pergi ke Giriloyo, pasti anda akan menemukan kaum perempuan yang sedang membatik dari usia muda, setengah baya sampai yang sudah usia renta.

Sebenarnya, berapakah mereka mendapatkan upah untuk pekerjaan mereka melestarikan tradisi budaya tersebut? Rata-rata mereka mendapatkan uang dari hasil jerih payah mereka selama hampir satu minggu adalah 40 ribu rupiah. Itu artinya pendapatan mereka untuk menopang beban ekonomi dari hasil buruh membatik selama satu bulan adalah berkisar antara 100 ribu sampai 150 ribu rupiah. Itulah alasan kenapa mereka benar-benar bisa kita sebut sebagai pejuang yang mengabdikan diri untuk melestarikan warisan tradisi budaya Indonesia. Dan kiranya kita layak menghargai karya mereka dengan membeli dan mengenakan produk mereka dengan rasa bangga: inilah produk asli Indonesia.

Landscape pegunungan dan sawah yang luas menjadi daya tarik tersendiri ketika anda berkunjung ke kampung ini. Dan tahukah anda bahwa makam raja-raja Yogyakarta dan Solo berada di puncak pegunungan tersebut? Benteng, gerbang dan bangunan kuno simbol kejayaan mataram masih terawat di kompleks pemakaman keluarga raja-raja di Pajimatan Imogiri ini.

Kampung Giriloyo juga sering sekali dijadikan sebagai lokasi syuting, hampir setiap seminggu sekali ada rumah produksi yang melakukan syuting film dan sinetron di kampung Giriloyo karena backgroundnya yang masih tradisional dan menarik.

Sumber : Mbah google, yogyes, griloyo dan kawan2nya

Semua objek wisata bisa menjadi pilihan trip anda melalui paket wisata jogja bersama kami.

Masjo Tour : Paket Wisata Jogja – Tour Jogja